jamban.
ini adalah ketika nafas begitu saru dengan deru jantung, gelak tawa tak lagi terdengar, hanya umpatan kata hina yang otomatis terucap. bukan pula bulir jagung, ini hanyalah keringat pertama yang menetes tertiup angin yang menjadi sedingin puncak jayawijaya. saat ini, bahkan ku takpeduli lagi dengan semua manusia, maupun jin, bahkan alien yang mendeklarasikan perang terhadap dunia. muka kalian semua rata, seakan mencemooh ku senang tanpa kata. saat ini hukum relativitas einstein tak lagi menemui pembenaran, apapula artinya fruktuasi rupiah terhadap dolar. ku tak peduli komunisme atau rezim otoriter kembali menguasai negara, biarkan saja budaya bangsa dicuri bangsa yang katanya saudara. ataupun semua film dan grup musik korea, juga dua orang teteh yang kondang karena video lipsync-nya di dunia maya. kepedulianku terhadap dunia lenyap menuju entah, segala argumen layaknya muntah, dan semua teori ku bantah. karena semua kemampuan analisis dan daya kreatifitas ku kini hanya tertuju oleh satu.
oh, aku hanya berharap berada pada senja diatas kasur saat gerimis yang ditemani secangkir kopi manis. dimana disaat ku begitu mudahnya mencari mu, tak seperti saat ini, saat ini aku yang bergerak dengan akselerasi penuh tak tahu dikejar siapa. atau mungkin aku tahu, ya aku tahu kalau aku sebenarnya dikejar oleh usus ku sendiri, usus yang membawa sisa-sisa dari sistem pencernaan. hanya otot-otot unus lah jurus terakhirku untuk menahannya, sementara aku yang dengan raut muka yang tak terdefinisikan, bergerak bermanuver mencari kamu, kamu yang sesuatu bernama jamban. ya kamu hanyalah jamban, dan sayangnya aku sendang di tengah sarana publik penuh keramaian, berjalan, berjalan, berlari, celingukan..
oh jamban..
oooooohhhhhhhhhhhhhhhh….aku hanya ingin buang air besar!!!