tumplak tumbler!

bunyi gendang.

Jakdung - Bankarta.

lalu menari-nari aku di trotoar sepanjang jalan dago, sedikit berlari kecil sambil sesekali teriak bernayanyi. namun apa ini, sejuk sekali, dimana semua keringat dan panasnya mentari. oh orang-orangpun mengguratkan senyum disela-sela bunga taman kota. tawa berjibaku dengan mencuat-cuatnya kreativitas para kaum pemuda, tanpa durja, hanya sedikit saja yang bodoh melakukannya. oh sekitar saya, inilah bandung dengan segala fatamorgananya, tapi tidak, ini nyata, hanya sedikit membius saya untuk tetap berada didalamnya. Namun di sedikit kesadaran ku aku masih merindukan tempat lainnya, yaitu jakarta, dalam gerah, panas dan arogannya ibu kota. bukan, bukan pula karena itu, tapi karena teman-teman, keluarga dan tempat kelahiran saya. rumah dan segala lingkungan yg membentuk kepribadian dan segala pemikiran saya.

Bandung Loves me, But I still Love Jakarta.