0 (Nol)
sekarang saya bukan siapa, saya adalah nothing, saya adalah bilangan 0 (NOL). tapi apa seperti kata Einstein kalau “tidak semua yang diperhitungkan dapat di hitung, dan tidak semua yang di hitung dapat diperhitungkan.” maka saya pun tidak ingin jadi sekedar bilangan, tapi sesuatu yang dapat di perhitungkan.
saya adalah 0(nol), jika saya menambah atau mengurangi bilangan lainnya saya tidak akan menghasilkan apa2 kecuali bilangan itu sendiri. dan saya tidak dapat dikalikan kecuali menjadi bilangan seperti saya sendiri, 0 (nol). namun jika saya membagi sebuah bilangan dengan diri saya, hasilnya adalah “Tak Terdefinisi”. entah sebagaimana penjabaran matematikanya saya hanya tau dan mengerti kalau semua bilangan yang dibagi oleh angka 0 (nol) jawabannya adalah “tak Terdenifisi”. dan itu disebut sebagai aksioma, aksioma merupakan suatu kebenaran yang tak dapat dipertanyakan. dan dalam kehidupan saya menyebut itu dengan Iman. ya, suatu kebenaran yang tak dapat dipertanyakan.
saya juga disebut dengan bilangan identitas penjumlahan. karena jika saya ditambah atau dikurang oleh bilangan apapun maka hasilnya akan menjadi seperti bilangan penambah atau pengurang tersebut. saya menyebut ini sebagai dasar manusia, kita bisa menjadi apapun, kita adalah apa yang kita lakukan, pikirkan, mimpikan. namun bisa menjadi positif atau negatif, semuanya adalah sesuai apa yang kita tambahkan. bahkan kita bisa menjadi tak terhingga jika kita menambahkan sesuatu yang tak terhingga.
saya adalah 0 (Nol), namun saya percaya kelak saya akan menjadi sebuah bilangan, yang diperhitungkan.